Adab Bertaubat

Manusia merupakan gudang kesalahan. Tidak ada seorangpun di dunia ini, yang luput dari hal tersebut, kecuali para Nabi dan Rasul yang memang maksum dari segala dosa. Namun, walaupun demikian, sebaik-baiknya orang yang berdosa adalah mereka yang bertaubat sebagaimana yang dijelaskan dalam Hadits Rasulullah Saw..

Menyegerakan taubat kepada Allah Swt. dari segala dosa adalah kewajiban setiap muslim. Al Quran telah menyebutkan banyak sekali ayat yang menunjukkan hal itu, begitu juga dengan hadits Nabi Saw. dan ijma’ para ulama.
Agar taubat kita diterima, tentu terdapat beberapa tata cara dan adab yang harus diperhatikan. Diantaranya adalah sebagai berikut: 

Ikhlas
Tatubat yang kita laksanakan haruslah hanya karena Allah Swt. semata, bukan karena takut akan hukuman dunia. Faktor utama penyebab kita bertaubat haruslah untuk melaksanakan perintah Allah Swt., mengharapkan ridho-Nya dan takut akan hukuman dari-Nya. Sesuai dengan firman Allah Swt.: "…dan bertaubatlah kamu sekalian hai orang-orang beriman agar kamu beruntung." (QS: An-Nur, 31) dan dalam ayat lain Allah Swt. berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah depada Allah dengan taubat yang semurni-murninya…" Dan sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa niat yang ikhlas adalah syarat utama diterimanya sebuah amalan.

Bertaubat atas segala dosa yang pernah dilakukan
Bertaubat kepada Allah Swt. haruslah atas segala dosa yang pernah kita lakukan, baik itu yang disengaha ataupun tidak. Merupakan hal yang tidak lazim jika kita bertaubat hanya atas sebagian dosa dan terus melaksanakan sebagian yang lain, karena bukti kesungguhan kita dalam bertaubat adalah memohon ampun serta menyesali segala kesalahan yang telah diperbuat.

Bertaubat pada waktu yang diterima
Hendaknya dalam bertaubat kita memperhatikan waktu yang telah dianjurkan agar taubat kita diterima. Secara umum, kita dianjurkan untuk bertaubat selama kita masih hidup, karena jika seseorang sedang dihadapkan pada kematian, maka pada saat itu tidaklah diterima taubat baginya. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Al Quran : “Tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan yang hingga apabila datang ajal kepada seseorang diantara mereka barulah ia mengatakan sesungguhnya saya bertaubat sekarang…” (QS: An Nisa, 18).
Selain itu, kita juga diberi waktu oleh Allah Swt. untuk bertaubat, selama matahari belum terbit dari barat sebagai tanda datangnya hari kiamat. Karena pada hari itu, ditutuplah semua pintu taubat bagi manusia, dan pada hari itu pula tidak akan diterima iman seseorang apabila ia belum beriman sebelumnya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim disebutkan “Barang siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari arah barat, maka akan diterima taubatnya.”

Bersegera dalam bertaubat
Begitu cantiknya setan bermain-main dengan perasaan. Diantara tipu daya yang selalu digunakan untuk menggoda manusia adalah, membuat mereka menunda-nunda keinginan untuk bertaubat hingga datang ajal yang telah ditetapkan, dan akhirnya mereka meninggal dalam keadaan tidak bertaubat. Untuk menghindari hal itu, haruslah kita menyegerakan diri dalam bertaubat selagi kita memiliki kesempatan untuk melakukannya. Allah Swt. berfirman: “Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan yang kemudian dia bertaubat dengan segera. Maka merekalah yang diterima oleh Allah taubatnya…” (QS: An Nisa, 17).

Menyesal dan bertekad untuk tidak kembali melakukan kesalahan
Salah satu kunci diterimanya taubat adalah menyesali segala meksiat yang pernah dilakukan. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah dikatakan: “Penyesalan adalah taubat.” Selain itu, seseorang yang ingin bertaubat juga diharuskan berazam untuk tidak mengulangi kesalahannya. Dua hal ini merupakan syarat sah taubat yang harus dipenuhi. Hal ini dijelaskan dengan gamblang dalam surat Ali Imran ayat 135 – 136.

Mengganti kesalahan dengan kebajikan
Setelah bertaubat kepada Allah Swt., seseorang dianjurkan untuk mengganti kesalahannya dengan perbuatan baik karena sebagaimana yang diterangkan dalam surat Hud aya 114 “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapus (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” Begitu juga dapat kita temui hal serupa dalam hadits-hadits Nabi Saw.. Jikalau seseorang bertaubat atas dusta yang pernah ia lakukan, maka hendaknya ia menggantinya dengan selalu berkata jujur, begitu juga dengan yang lainnya.

Bertaubat dengan hati, lisan dan seluruh anggota badan
Hendaklah seorang hamba betaubat dengan hatinya yaitu dengan cara menyesali segala kesalahan yang telah diperbuat. Begitu juga dengan lisannya yaitu dengan cara beristighfar kepada Allah Swt.. dan hendaknya ia menjaga seluruh anggota tubuhnya untuk tidak kembali melaksanankan maksiat yang pernah dilakukan.

Memperbaharui taubat setiap waktu
Manusia merupakan makhluk yang lemah. Tidak sedikit dari orang-orang yang bertaubat kembali terjebak dalam kubangan maksiat. Maka, selalu bertaubat dan memohon ampun dari Yang Maha Kuasa merupakan hal yang dianjurkan bagi setiap insan. Hal ini tentunya perlu disertai dengan kewaspadaan yang lebih tinggi dalam menjaga diri dan membentenginya dari godaan setan yang terkutuk. Wallahu a’lam.
Read More

Posted by Abu Nashar Bukhari | Pada Minggu, Februari 21, 2010 | 0 komentar

Pesan Singkat (SMS) Lucu

Seperti sebelumnya, ini juga merupakan kumpulan SMS lucu yang aku terima dari teman-temanku. Biasanya mereka saling mengirimkan SMS seperti ini jika ada bonus SMS gratis. Biasa, mental-mental gratisan. Yah, dari pada inboxku penuh, mendingan aku tulis di sini. Siapa tau bisa bermanfaat dan membawa keceriaan pada kita semua. Selamat membaca:


- Apakah kamu ingat kejadian tempo hari sobat?
Ingatanku tak kan pernah lekang akan hal itu…
Waktu aku ketemu kamu di ujung jalan…
Kamu tersipu malu menatapku, tatapanmu begitu penuh makna…
Wajahmu pun berseri penuh kepolosan…
Lalu…
Kamu ulurkan tangan dan berbisik kepadaku : "SEDEKAHNYA PAK!"
?!@#$ ;-P (Andreansyah)

- Kabar gembira untuk para pengguna Vodafone
Sekarang Vodafone bisa nelp gratis ke semua operator lho…
Caranya: ketik nomor yang anda tuju tambahkan 338, trus di belakanya ditambahkan surat keterangan tidak mampu membeli pulsa. ;p . selamat mencoba. (Fitrian)

- Maaf, nomor yang anda tuju sedang sibuk. Coba sms lagi dilain waktu. Thanks. (Rois)

- Ana tadi mimpi ketemu jin. Dia bilang aka mengabulkan 3permintaanQ. Aq minta rumah, dikasih. Minta mobil dikasih. Trus, ana minta pembantu, eh dia kasih nt punya nomer. Jadi kapan nih mulai kerja?@!# J (Bung Asgar)

- Kamu itu bagaikan ABC = Asik – Baik – Cute DEF = Dermawan – Enjoy – Fantastik GHI = Gaul – Humoris – Imut JKL = Jujur – Keren – Lucu M = Maaf Aq salah kirim. ;P (Bung Asgar)

- Sobat, usahain dalam sebulan ini kamu jaga kesehatan dan banyak makan ya. Aku gak mau pada waktunya nanti kamu kurus, gak bertenaga dan sakit-sakitan. Salam sayang dari panitia Kurban :-p (jemmy Hendiko)

- Baby monkey asked his mother "Why are se looked ugly?" and mather said "Thank to God we looked like this, you should see the person who is reading this message." Hehehe (Jemmy Hendiko)

- SMS menurun kebawah:
Riset
fakultas
psikologi UI
mengungkap
bahwa
ciri2
orang yang
mengalami
gangguan jiwa
adalah
kebiasaan
menggunakan
jempol untuk
menekan
keypad HP.
MAAF ANDA TELAT MENGGANTI JARI. (Fitrian)

- Senyum kepada guru tanda HORMAT.
Senyum kepada teman tanda KASIH.
Senyum kepada pacar tanda CINTA.
Senyum kepada HP tanda GILA, masih senyum? Wah emang dah gila neh kayaknya? ;p (Andreansyah)

- SMS Tanpa Spasi:
Emgsshbcbrtsmsgkpkspsitpgktauknpjgygdstttpmaudbdhbdhikykorang
Bgolgbljrmmbcdhthusshmshdbcjgdhtaulgdkrjainmshjgdbc
dsrgkpnyotkemgenkdkrjainkshndhelooodaaaah…ha…ha…ha…slm (Ishma)

- Selamat! Anda telah mendapatkan hadiah tabungan sebesar 3000 pound Mesir. Untuk nomor rekeningnya, silahkan tekan tombol kebawah…

Terus…

Terus…

Lagi…

Lagi…

Maaf, niat anda salah. Silahkan hubungi pusat rehabilitasi terdekat. Hehehe (Denny Subastian)

Read More

Posted by Abu Nashar Bukhari | Pada Kamis, Februari 18, 2010 | 2 komentar

Peran Akal Dalam Kehidupan

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (QS, Ali ‘Imran: 190)

Manusia adalah makhluk yang lemah, akan tetapi manusia memiliki amanat yang sangat berat dari Sang Pencipta. Amanat yang sudah berada di pundak tiap insan semenjak mereka menginjakkan kaki pertama di alam ini. Bahkan jauh sebelum mereka diciptakan. Inilah yang menjadikan manusia memiliki derajat mulia di sisi Allah Swt., tanpa menafikan segala kelemahan dan keterbatasan yang ada.


Peristiwa penciptaan manusia pertama yang dikisahkan Al Quran dengan jelas menggambarkan derajat manusia di sisi tuhannya dan amanat berat yang diemban mereka. Allah Swt. tidak pernah membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, sebagaimana Dia selalu memberikan petunjuk bagi hamba-Nya. Amanat untuk menjadi khalifah yang diberikan kepada manusia merupakan kehendak dari Sang Pencipta. Untuk itu, manusia dianugerahkan nikmat akal. Nikmat yang membedakan mereka dari makhluk lainnya. Nikmat yang dapat membawa mereka pada kesejahteraan, kemajuan dan kemulian jika digunakan dengan benar.


Dalam beberapa ayat Al Quran, manusia dianjurkan untuk menggunakan akal agar dapat berfikir dalam rangka menjalankan amanat khalifah. Dengan nikmat ini, manusia diharapkan dapat mengadakan sebuah kemajuan dalam tiap sisi kehidupan demi mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh alam. Selain itu, manusia juga dianjurkan untuk menggunakan akal dalam mengamati fenomena alam, agar dapat merasakan keagungan dan kebesara Allah Swt.. Alam beserta segala isinya, penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, dan turunnya air dari langit yang membawa kehidupan merupakan tanda-tanda keesaan Allah Swt. bagi mereka yang mentadabburinya. Inilah tujuan utama dari nikmat akal yang diberikan kepada manusia. Segala inovasi dan kreatifitas hasil dari proses pemberdayaan nikmat akal ini, diharapkan dapat membawa manusia agar lebih dekat pada tuhannya.


Akal memiliki kekuatan yang sangat besar dalam mengatur kehidupan manusia. Namun, sangat disayangkan jika akal tersebut terlalu dijunjung tinggi dan didewakan, sehingga ia dijadikan patokan dalam segala hal. Akal manusia memang hebat, namun fitrah manusia yang merupakan makhluk lemah tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Manusia selalu memerlukan bimbingan dan arahan agar tidak melenceng dan terjebak dalam jurang kesesatan. Teutama dalam hal pemberdayaan akal. Dalam berfikir, manusia memiliki kebebasan yang luas, selagi itu tidak menyimpang dari ketentuan syariat.


Allah Swt. mengutus para Rasul ke muka bumi ini tidak lain adalah untuk membimbing manusia agar selalu berada di jalan yang benar. Akal manusia bekerja dan memutuskan segala sesuatu, akan tetapi kebenaran dari keputusan tersebut tidak bersifat absolut. Disinilah fungsi syariat yang diturunkan Allah Swt. melalui lisan para Rasul-Nya. Jika buah pemikiran akal sesuai dengan syariat, maka hal itu dapat diterima. Namun sebaliknya, jika akal dan syariat bertentangan, maka manusia yang notabene adalah makhluk lemah harus kembali pada syariat yang diturunkan oleh Yang Maha Mengetahui. Ibnul Qayyim mengatakan, “Jika terdapat pertentangan antara dalil naqli dengan akal, maka yang diambil adalah dalil naqli yang shahih.”
Pada hakekatnya, tidaklah ada pertentangan antara akal yang lurus dengan dalil yang shahih. Dalam hal ini Ibnu Taimiyah menjelaskan, “Sesuatu yang diketahui dengan jelas oleh akal, maka tidak akan bertentangan dengan syariat sama sekali. Bahkan dalil naqli yang shahih sama sekali tidak akan bertentangan dengan akal yang lurus.”


Akal manusia memang memiliki kekuatan dalam mencari kebenaran, namun kekuatan tersebut berbeda-beda dari tiap insan. Maka dalam hal ini, akal membutuhkan syariat agar selalu berada dalam jalan yang lurus. Allah Swt. menyuruh para hamba-Nya agar menggunakan akal agar lebih dekat dengan keagungan Sang Pencipta. Akal merupakan nikmat yang harus disyukuri, karena akal lah yang membedakan manusia dari makhluk lainnya dan akal juga yang menempatkan manusia pada posisi mulia di sisi tuhannya. Wallahu a’lam bi as shawab.

Read More

Posted by Abu Nashar Bukhari | Pada Rabu, Februari 10, 2010 | 0 komentar

Kiat Sukses Menghadapi Ujian

Padatnya kegiatan ekstra kurikuler terkadang membuat kita lengah dan lalai akan pentingnya kehadiran kita dalam kuliah apalagi ditambah faktor cuaca dan transportasi yang tidak mendukung. Semua hal tersebut seakan-akan menjadi penghambat bagi kita untuk lebih berprestasi khususnya dalam bidang akademis. Padahal kesuksesan dan prestasi yang kita raih adalah hal yang sangat penting dan sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat di tanah air.

Ujian yang merupakan tahap evaluasi studi formal kita, memang tidak bisa dipandang begitu saja dengan sebelah mata, karena disadari atau tidak hasil ujian memiliki pengaruh yang cukup besar pada diri kita dalam menentukan langkah menuju masa depan. Oleh karena itu, kita dituntut untuk serius dalam menghadapinya. Nah, bagaimanakah sikap kita dalam menyambut ujian? Dan apa strategi yang harus kita gunakan agar kita tidak terkalahkan dalam peperangan tersebut?

Ada beberapa langkah yang tidak ada salahnya kita coba bersama, dengan harapan dapat memberikan pencerahan dan membawa kita kepada gerbang kesuksesan. Diantaranya:.

Pertama, memberikan porsi waktu yang cukup untuk berkonsentrasi dalam belajar khususnya jauh-jauh hari sebelum datang waktu ujian, agar nantinya kita tidak kewalahan dan tergesa-gesa. Karena apapun itu ketika dilakukan secara dadakan maka hasilnya tidak akan sempurna.

Kedua, mengusahakan agar semua buku diktat sudah habis terbaca sebelum datangnya hari pertama ujian. Dengan demikian kita akan merasa sedikit lebih tenang dan percaya diri ketika memasuki hari-hari pertempuran tersebut.

Ketiga, memilih waktu dan tempat yang tepat untuk belajar seperti ba'da subuh di masjid, pagi-pagi di suthuh imarah dan lain sebagainya. Tujuannya adalah agar kita merasa lebih nyaman dalam belajar sehingga apa yang kita baca lebih cepat dipahami dan dihafal.

Keempat, jangan sampai kita merasa puas hanya dengan mengkhatamkan buku diktat satu atau dua kali saja. Semakin banyak kita membaca dan mengulang, semakin melekat pula pemahaman dan hafalan kita.

Kelima, men-talkhislah untuk melatih diri dalam men-ta'bir, tapi jangan bersandar seratus persen pada talkhisan tersebut apalagi talkhisan orang lain. Sesungguhnya penjelasan yang ada dalam buku diktat sangatlah lebih lengkap dan terjamin dibandingkan dengan yang lainnya.

Keenam, berusaha untuk selalu relax dan percaya diri dalam memasuki ruang ujian agar ketika menjawab soal, konsentrasi kita tetap terarah dan jawaban tidak ngawur karena gugup atau ketakutan.

Ketujuh, dosen yang memeriksa kertas jawaban kita juga manusia, memiliki rasa jenuh dan bosan apalagi mayoritas mereka adalah syuyukh atau lanjut usia. Maka, bisa kita bayangkan bersama betapa menjenuhkannya mengoreksi kertas jawaban dengan jumlah ribuan. Oleh karena itu kiranya penting bagi kita untuk selalu menjaga kerapihan dan keindahan kertas jawaban.

Kedelapan, tetap selalu berdoa dan tawakal pada Allah Swt. Karena hanya Ia lah yang maha mengetahui dan maha kuasa atas segala sesuatu.

Sebenarnya masih banyak langkah-langkah yang dapat kita jadikan strategi dalam menghadapi ujian, tentunya diri kita masing-masing lebih mengetahui akan hal itu. Apa yang sudah disebutkan diatas hanyalah sekedar masukan dan tawaran yang pastinya tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali apabila kita mau mencoba, berusaha dan terus berdoa pada yang maha kuasa. Doa dan usaha harus senantiasa seimbang. KH. Drs. Imam Badri sering mengatakan "Usaha tanpa doa sama dengan sombong dan doa tanpa usaha sama saja bohong."

Ingat! Jangan sampai kita terlalu merasa percaya diri dan berani untuk menghadapi ujian tanpa bekal dan persiapan, karena sesungguhnya "Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keberuntunganmu." Selamat mencoba, tetap berusaha dan good luck! Wallahu a'lam bi as shawab.
Read More

Posted by Abu Nashar Bukhari | Pada Minggu, Januari 03, 2010 | 4 komentar

Surat Untuk Allah 2

Ya Allah, terkadang Kami menangis ketika Kami mengingat apa yang telah Kami lakukan selama ini. Sungguh bejat dan hina akhlak Kami. Masih pantaskah Kami ini disebut sebagai hamba Mu? Kami ingin berhenti dari ini semua (Belenggu dosa).

Ya Allah begitu banyak dosa yang telah Kami lakukan baik di sengaja ataupun tidak. Engkau tentu lebih mengetahui akan hal itu. Ya Allah, ampunilah Kami, ampunilah Kami, ampunilah Kami. Sebenarnya Kami malu untuk meminta-minta pada Mu. Kami merasa tidak pantas. Tapi Kami tidak punya pilihan lain. Hanya Engkaulah Yang Maha Pengampun, Engkaulah Yang Maha Pemurah dan Hanya Engkaulah Yang Maha Pemberi Pertolongan.

Ya Allah, bantulah Kami agar Kami bisa selalu menjaga niat dalam setiap perbuatan yang Kami lakukan. Kami tidak bisa menutup-nutupi, terkadang ketika Kami melakukan sesuatu Kami salah dalam berniat. Ya Allah Jadikanlah niat ini dalam segala hal hanya untuk menggapai Ridho Mu Ya Allah. Dan ampunilah Kami dalam tiap kekhilafan.

Ya Allah, sekarang Kami sedang menjalankan salah satu perintah Mu yaitu menuntut ilmu. Ya Allah Yang Maha Kuasa, berikanlah Kami Ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang berguna bagi masa depan Kami, keluarga, agama, nusa dan bangsa baik di dunia maupun di akhirat. Kami ingin sekali menjadi orang yang masuk dalam kriteria anfa'uhum li an nas, sebagaimana yang Engkau ajarkan.

Ya Alah, sebenarnya masih banyak yang ingin Kami utarakan. Namun tidak semua bisa Kami tulis di sini. Ya Allah, Kami ingin sekali bisa berkunjung ke rumah Mu. Kami ingin bersimpuh dan bersujud di hamparan suci masjid al haram yang wanginya bertebaran ke seluruh alam, merasuk ke dalam sanubari tiap insan. Namun Kami sadar, Kami ini kotor, Kami ini hina, Kami ini berlumuran dosa. Tapi, apakah salah dengan kondisi seperti ini Kami berharap bisa mengunjungi Mu? Apakah Kami tidak berhak untuk bersuci di rumah Mu? Apakah Kami tidak layak untuk masuk kedalam daftar tamu agung Mu?

Ya Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, berilah kesempatan kepada Kami dan keluarga kami untuk dapat melaksanakan rukun islam yang kelima. Berilah kesempatan kepada kami untuk dapat melaksanakan thawaf. Berilah kesempatan kepada kami untuk dapat menyerukan "Labbaik Allahumma Labbaik" di tanah suci Mu. Ya Allah mudahkanlah kami…!

Ya Allah, ingin sekali rasanya hati menyampaikan semua ini langsung kepada Mu. Langsung di hadapan Mu. Langsung di rumah Mu. Namun apa daya untuk saat ini Kami belum terpilih untuk itu. Kami hanya bisa menuliskan ini semua. Namun kami yakin sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui dan Maha Mendengar.

Untuk semua umat muslim di dunia, Ya Allah, selamatkanlah mereka semua dari kezaliman thoghut kuffar. Satukanlah barisan muslimin Ya Allah. Allahumma a'izzal islama wal muslimin.

Ya muqallibal qulub tsabbit qulubana 'ala tha'atik

Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah wa qina adzabannar.

Ya Allah, ampunilah Kami jika Kami lancang dengan menuliskan semua ini. Ampunilah Kami jika terdapat salah kata atau ketik. Ya Allah, Kami laksanakan ini sesuai perintah Mu "Ud'u li" maka tepatilah janji Mu "astajib lakum" dalam ayat lain Engkau menyebutkan "ujibu da'wata ad da'I idz da'an" sekarang Kami berdoa kepadaMu, maka kabulkanlah Ya Allah doa Kami. Amin…

Hamba Mu yang tak berdaya


(Kami)
Read More

Posted by Abu Nashar Bukhari | Pada Selasa, Desember 22, 2009 | 0 komentar

Surat Untuk Allah 1

Kepada Yang Maha Kuasa:
Allah Swt. Tuhan Semesta Alam

Dengan menyebut nama-Mu Ya Allah, Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

Segala puja dan puji syukur Kami panjatkan hanya untuk Mu Ya Allah, Engkau senantiasa memberikan rahmat, hidayah, inayah, maghfirah dan nikmat Mu pada kami. Tanpa itu semua, mustahil rasanya Kami dapat terus bernafas dan terus beraktifitas. Kami hanyalah hamba Mu yang lemah, tidak mampu berbuat apa-apa tanpa pertolongan dari Mu. Engkaulah Yang Maha Kuasa. Engkaulah Yang Maha Esa. Hanya kepada Mu lah hamba mengadu dan meminta pertolongan.

Shalawat beriring salam juga tak lupa Kami haturkan pada kekasih Mu, Nabi besar Muhammad Saw., beliaulah yang telah menyampaikan ajaran Mu pada kami semua. Tanpa kesabaran, keteguhan dan kegigihan beliau, mustahil kiranya kami dapat mengenal ajaran Mu. Beliau telah mengalami cobaan yang sangat berat, menghadapi siksaan dan cercaan kaum kafir Quraisy yang tiada tara. Begitu juga dengan sahabat-sahabatnya. Allahumma shalli wa sallim atas Nabi Muhammad Saw., ahli keluarganya, para sahabatnya dan semua yang mengikuti jejaknya. Ya Allah, kumpulkanlah kami semua kelak di Firdaus Mu yang 'ala. Amin.

Ya Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, pertama-tama maafkanlah Kami jikalau Kami lancang dan tidak sopan dengan menulis surat ini. Kami tau, sebenarnya untuk mengadu dan meminta pertolongan Mu Kami bisa langsung bermunajat dan berdoa pada Mu kapan pun dan dimanapun Kami berada, karena sesungguhnya Engkau Mengetahu segala sesuatu. Tapi Kami sadar Ya Allah, Kami ini cuma seorang hamba yang tidak berdaya. Hamba yang berlumuran dosa bahkan mungkin bukan hanya berlumuran, Kami ini sudah tenggelam dalam samudera dosa yang sangat dalam. Ya Allah dengan kondisi Kami yang seperti ini, masih pantaskah Kami meminta-minta pada Mu?

Ya Allah Ya Tuhan kami, Engkau mengetahui segala apa yang Kami ucapkan, apa yang Kami perbuat. Engkau tahu bahwa Kami ini hamba yang hina. Kami telah banyak melakukan zina, baik itu zina perkataan, penglihatan ataupun yang lainnya. Engkau mengetahui segala kekhilafan dan dosa-dosa Kami. Ya Allah, sampai saat ini Kami bingung dan tidak tahu kenapa Kami lakukan itu semua? Kami ingin sekali berhenti dan keluar dari kubangan maksiat ini. Kami ingin sekali menjadi hamba Mu yang taat dan setia. Hamba Mu yang tidak hanya memikirkan nikmat dunia. Ya Allah Yang Maha Kuasa, ampunilah Kami. Bantulah Kami Ya Allah, bantulah Kami Ya Allah, bantulah Kami Ya Allah, berikanlah Kami kekuatan untuk melawan hawa nafsu setan ini. Berilah Kami hidayah Mu Ya Allah. Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baiknya tempat mengadu.

Ya Allah, Kami sadar sesungguhnya merupakan sunnah Mu, roda kehidupan ini selalu berputar. Sekarang mungkin kami berada di atas, namun besok mungkin kami sudah di bawah. Terkadang Engkau uji kami dengan kemiskinan dan penderitaan di dunia. Lalu Engkau keluarkan kami dari cobaan yang sangat berat tersebut. Kami sadar, ini bukan berarti kami telah bebas dari cobaan dan ujian. Engkau tetap menguji kami dengan cara yang berbeda. Engkau berikan kepada kami kenikmatan dan kesenangan dunia gar dapat mengelompokan kami, apakah kami termasuk hamba Mu yang bersyukur atau sebaliknya?

Ya Allah kuatkanlah iman kami. Ya Allah jangan kau jadikan segala kenikmatan dunia ini penghalang bagi kami untuk terus bersujud pada Mu. Ya Allah jadikan ini semua sarana bagi kami untuk menuju surga Mu. Ya Allah, kuatkanlah kami, kuatkanlah kami, kuatkanlah kami. Jagalah hati-hati kami. Ya Allah kami berlindung pada Mu. Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami, dan dosa-dosa kedua orang tua kami juga dosa-dosa sanak sodara kami. Kasihilah kedua orang tua kami sebagaimana mereka mengasihi kami di waktu kecil.

Ya Allah Ya Tuhan kami, begitu besar nikmat yang Engkau berikan pada kami. Engkau berikan kepada kami saudara-saudara yang sangat menyayangi kami. Mereka selalu ada di sisi kami ketika kami kesepian, mereka selalu menghibur kami ketika kami di belenggu kesedihan. Sungguh tidak terhingga nikmat dan kepedulian yang Engkau berikan kepada kami melalui tangan saudara-saudara kami.

Read More

Posted by Abu Nashar Bukhari | Pada Selasa, Desember 22, 2009 | 0 komentar

Pesan Singkat (SMS) Bermakna

Ini adalah kumpulan SMS yang aku terima dari teman-temanku. Pesan-pesan ini memang singkat namun padat dan penuh makna. Dari pada inbox di HPku penuh dan SMS ini hanya terkurung, diam dan membisu di sana. Maka, tidak ada salahnya jika ku tulis di sini agar lebih bermanfaat. Semoga ini bisa menambah amal kebaikan bagi kita semua. Selamat membaca!

- Tadi aku bertemu "Tawadhu", "Sabar" dan "Istiqomah", mereka ber3 perlu t4 tinggal. Maaf tanpa izin mu aku berikan alamat hatimu. Semoga mereka senantiasa bersamamu. Amin. (Bung Asgar)

- Akibat maksiat: 1. Mengurangi taufiq Allah. 2. Menutup cahaya kebenaran. 3. Lemah zikir. 4. Akhlak merosot. 5. Hina. 6. "Terasingkan" dari Tuhan. 7. Rusak pikiran dan hati. 8. Waktu tersia-siakan. 9. Hati menyempit dan keras. 10. Doa ditolak. 11. Menghapus berkah rizki dan umur. Oleh karena itu, segeralah tinggalkan maksiat dan jagalah shalat di masjid hingga sukses meraih kebahagiaan dunia akhirat. (Ihsan Hasibuan)

- Ketika kehidupan memberi seribu alasan untuk menangis, tunjukkan bahwa kita mempunyai sejuta alasan untuk tersenyum. Nikmati setiap detik waktu dan akhiri kelelahan hari ini dengan keikhlasan. Indahnya hidup bukan karena seberapa banyak orang mengenal kita, namun seberapa banyak orang bahagia karena mengenal kita. Jadilah sosok yang bermanfaat bagi orang lain…!

- Jalan men7 next level tidak selamanya lurus. Ada tikungan bernama KEGAGALAN. Ada bundaran bernama KEBINGUNGAN. Ada tanjakan bernama TEMAN. Ada lampu merah bernama MUSUH. Ada lampu hijau bernama SAKIT. Ada lampu kuning bernama KELUARGA. Kita akan mengalami ban PECAH. Itulah PROSES. Tapi jika kita membawa ban serep bernama TEKAD. Mesin bernama KETEKUNAN. Asuransi bernama PERCAYA. Penolong bernama ALLAH. Maka kita akan sampai ke daerah yang disebut KETULUSAN. Selamat mencoba. (Bung Asgar)

- Apa kabar iman?
Semoga sejuk meresap di dalam hati.
Apa kabar hati?
Semoga noda yang melekat tersucikan.
Apa kabar saudara Q?
Semoga Allah sellu menyertai dan meridhoi setiap langkahmu. (Syeikh Hafiz)

- Di atas segala lapangan tanah air aku hidup, aku gembira.
Dimana kakiku menginjak bumi Indonesia, disanalah tumbuh bibit cita-cita yang kusimpan dalam dadaku. (Bung Hata).

- Tak perlu menunggu telat untuk berbuat. Lakukan apa yang kita bisa untuk bangsa saat ini juga. (Ka' Muma)

- Setetes embun di pohon rimbun.
Di atas nipah air tergenang.
Dosa tertimbun mohon diampun.
Khilaf dan salah mohon dimaafkan.
(Taqabbalallhu minna wa minkum)
Marhaban ya ramadan. (Ust. A. Yani)

- Hiduplah dengan indah.
Dunia mampu penuhi hajat semua orang tapi tak cukup bagi orang yang tamak.
Menjadi dermawan tak perlu menunggu kaya, sebab belum tentu menjadi kaya. Maka cukuplah dengan apa yang ada, daripada tiada.

- Tetap optimis. Iringi usaha dengan doa dan taqorub pada yang kuasa. Gandakan nilai sebuah amal dengan keikhlasan. Bittaufiq wa khairinnajah.(Ust. A. Yani)
Read More

Posted by Abu Nashar Bukhari | Pada Sabtu, Desember 05, 2009 | 1 komentar